Cara Budidaya Pisang

Published Juni 9, 2012 by triandhiani

Pisang adalah tanaman buah , sumber vitamin, mineral dan karbohidrat.

SYARAT TUMBUH:

Media Tanam
a. Sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.
b. Air harus selalu tersedia tetapi tidak menggenang.
c. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0,07%.

Ketinggian Tempat
Dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.000 m. Pisang ambon, nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m.

PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
 Pembibitan
– Perbanyakan dengan cara vegetatif berupa tunas (anakan).
– Tinggi anakan untuk bibit 1 – 1,5 m, lebar potongan umbi 15 – 20 cm.
– Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.
– Bibit yang baik daun masih berbentuk seperti pedang, helai daun sempit.

Penyiapan Bibit
– Tanaman untuk bibit ditanam dgn jarak tanam 2×2 m
– Satu pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7- 9.

Teknik Penanaman
– Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm pada tanah gembur.
– Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3,3 x 3,3 m untuk tanah berat.
– Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September – Oktober).
– Siapkan campuran Natural GLIO dan pupuk kandang, caranya: Campur 100 gram Natural GLIO dengan 25 – 50 kg pupuk kandang, jaga kelembaban dengan memercikan air secukupnya, masukkan ke dalam karung, biarkan 1 – 2 minggu.
– Pisahkan tanah galian bagian atas dan bagian bawah.
– Tanah galian bagian atas dicampur Natural GLIO yang sudah dicampur pupuk kandang (0,5 – 1 kg per lubang tanam), tambahkan dolomit (0,5 – 1 kg/lubang tanam), pupuk kandang 15 – 20 kg/lubang tanam.
– Masukkan bibit dengan posisi tegak, tutup terlebih dulu dengan tanah bagian atas yang sudah dicampur Natural GLIO, dolomit dan pupuk kandang, diikuti tanah galian bagian bawah. Catatan : pupuk kandang diberikan jika tersedia, jika tidak dapat diganti dengan SUPERNASA.
– Siram dengan larutan POC NASA (1 – 2 tutup), HORMONIK (0,5 tutup) dalam setiap 5 liter air. Untuk mendapatkan hasil lebih baik, POC NASA dapat diganti dengan POP SUPERNASA. Cara penggunaan POP SUPERNASA: 1 (satu) botol POP SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 5 liter air diberi 5 tutup larutan induk tadi untuk penyiraman setiap pohon. -Penyiraman dilakukan 2 – 3 bulan sekali.

budidaya pisang

Budidaya Pisang

Published Juni 7, 2012 by triandhiani

Budidaya pisang sesuai dengan iklim Indonesia baik dataran rendah maupun tinggi s/d 1300 dpl,  dan optimal pada suhu 18 – 27o C, dan secara teknis mudah dibudidayakan.  Produksi pisang adalah produksi buah terbesar di Indonesia yaitu 40% dari produksi buah nasional.  Budidaya pisang hampir ada di seluruh wilayah di Indonesia (terutama di Jabar, Jatim, Jateng, Sulsel, Sumbar, NTB, Sumsel, Lampung, NTT dan Bali).  Daerah sentra produksi pisang diantaranya :

-        Pisang Barangan : sumut

-        Pisang Ambon : lampung, sumbar, jabar, jatim

-        Pisang Raja (bulu, sereh) : jabar, jatim, bali

-        Pisang Kepok : kalimantan, sulawesi

-        Pisang Tanduk: lampung, jabar, jatim

-        Pisang Cavendis : lampung jatim

Budidaya pisang tidak bersifat musiman dan merata sepanjang tahun.  Secara teknis pisang memiliki bermacam varietas yang sesuai dengan berbagai kecocokan penggunaan, diantaranya :

-        Pisang konsumsi pangan

-        Pisang untuk diambil seratnya

-        Pisang liar (utk hiasan interior, taman) untuk diambil lilinnya

-        Pisang tumbuh di perkebunan, pekarangan, ladang dll

budidaya pisang

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.